Friday, November 10, 2006

Selama ini beliau telah berjasa bagi saya, teman-teman saya, dan semua orang yang mengenalnya. Dia sangat berarti besar bagi orang yang telah mengenalnya lebih dekat. Dia selalu membuat suasana lebih akrab dan menyenangkan. Tapi kini, dia telah meninggalkan kita semua untuk selama-lamanya. Dia telah pulang ke Rahmatullah. Meninggalkan semua orang yang mencintai dan dicintainya. Dia hanya meninggalkan kenangan manis saat bersamanya dulu. Saat-saat yang sangat berarti.
Dulu... mungkin banyak kesalahan yang telah saya perbuat kepadanya. Dan belum sempat saya meminta maaf kepadanya. Dan tak sempat kita bertatap muka pada lebaran kali ini, karena bagi beliau, bulan Ramadhan kali ini adalah bulan Ramadhan yang terakhir.
Padahal banyak orang yang masih perlu bantuannya. Di saat baliau akan diangkat menjadi kepala sekolah, dan akan menjalani pelantikan, Allah SWT telah mengambilnya terlebih dahulu.
Masih banyak ilmu yang belum saya dapatkan darinya. Dan tak kan pernah bisa saya belajar lagi dengannya. Dia telah memberi contoh baik pada kita semua. Beliau adalah orang yang sangat rajin dan jenius. Tapi yang telah belalu biarlah berlalu.
Kita tidak boleh menangisi kepergiannya. Hanya do'alah yang akan selalu menyertainya. Do'a dari orang-orang yang menyayanginya. Iringi kepergiannya dengan do'a, bukan dengan tangisan yang akan membuatnya menderita.
Dan kita harus tatap masa depan yang cerah, walau tanpanya.
Selamat jalan Pak Ate, semoga kau bahagia disana...

Thursday, October 05, 2006

Website baru

Eh, ayo donk komentarin tulisan2ku, kalian suka astronomi gak?
Klo suka, bagi2 donk !!! aq juga poenya web baru loh!! Mau tau ga? nieh.. aq kasih tau!!
- http://septi-setiawati.tripod.com
Jangan lupa kunjungin loh....

Saturday, September 02, 2006

Posting Lagi Nieh...

Duh dah lama bgt nieh ga posting. Bete bgt sih, untungnya sih sekarang bloggernya udah bener, jadi bisa posting lagi. Lega rasanya!!!

Friday, August 11, 2006

Sorry

Aduh sorry yah, aq jarang posting, soalnya beberapa hari ini aq sibuk bgt..... Aq harus ngurus IT Club. Kan sekarang di SMPN 4 Cimahi ada Ko Kurikuler IT Club, dan aq jadi kru nya... JAdi sekarang2 ini aq sibuuuuuuk bgt. Jadi posting aja susah, ya paling cuma bisa chatting walau hanya be2rapa menit...

Tuesday, July 04, 2006

Foto2 di Pameran

Ni...foto2 waktu pameran pembangunan kota cimahi untuk merayakan ultah cimahi yang ke 5. Ok2 loh...

Saturday, July 01, 2006

Pameran Pembangunan Cimahi

Selama tiga hari pameran, yaitu hari Jumat, Sabtu,sama Minggu, aku sama temen2ku seneng bgt ikut pameran ini, soalnya di pesta ultah kota cimahi yang ke 5 ini, aku dan temn2ku dapet banyak pengalaman n' informasi dari stand2 lain. Apalagi di stand Dinas Penanaman Modal, kita-kita banyak belajar tentang intenet,kita banyak tau informasi yang penting bgt buat kita2. Pokoknya pesta Ultah ini seru... bgt. Aku seneng bgt sampe2 nggak mau pulang. Buat semuanya thanx banget....

Thursday, June 29, 2006

Kereta Api Jepang

Kereta api merupakan alat transportasi utama di Jepang, terutama untuk menghubungkan kota-kota utama dan alat angkut komuter di kota-kota besar seperti Tokyo dan Osaka. Tujuh buah perusahaan regional kereta api Jepang atau yang disebut Japan Railways, meliputi hampir sebagian besar kota dan desa di Jepang. Selain Japan Railways, terdapat juga perusahaan kereta api swasta, pemerintah daerah, dan patungan swasta dengan pemerintah daerah.

Panjang total rel kereta api di Jepang sekitar 23.670 km, sebagian besar dilengkapi aliran listrik.
Peta jalur kereta api
Fukuoka, Kobe, Kyoto, Nagoya, Osaka, Sapporo, Sendai, Tokyo dan Yokohama memiliki sistem metro, yaitu sistem kereta api untuk mengangkut para penumpang yang sebagian besar komuter.
Lihat juga Monorel di Jepang, Shinkansen.

Zaman Modern

Pada tahun 1854, Komodor AS, Matthew Perry memaksa dibukanya Jepang kepada Barat melalui Persetujuan Kanagawa. Para samurai yang menganggap bahwa ini menunjukkan lemahnya keshogunan mengadakan pemberontakan yang berujung kepada Perang Boshin pada tahun 1867-8. Pihak keshogunan akhirnya mundur dan Restorasi Meiji mengembalikan kekuasaan kepada Kaisar. Jepang mengadopsi beberapa institusi Barat pada periode Meiji, termasuk pemerintahan modern, sistem hukum, dan militer. Perubahan-perubahan ini mengubah Kekaisaran Jepang menjadi kekuatan dunia yang mengalahkan Tiongkok dalam Perang Tiongkok-Jepang dan Rusia dalam Perang Rusia-Jepang. Hingga tahun 1910, Jepang telah menguasai Taiwan, separuh dari Sakhalin, dan Korea.
Awal
abad ke-20 sempat menjadi saksi mata kepada "demokrasi Taisho" yang lalu diselimuti bangkitnya nasionalisme Jepang. Pada tahun 1936, Jepang menanda tangani Pakta Anti-Komintern dan bergabung dengan Jerman dan Italia untuk membentuk suatu aliansi axis. Pada tahun 1937, Jepang menginvasi Manchuria yang menyebabkan terjadinya Perang Tiongkok-Jepang (1937). Pada tahun 1941, Jepang menyerang pangkalan angkatan laut Amerika Serikat di Pearl Harbor, dan membawa AS memasuki Perang Dunia II. Setelah kampanye yang panjang di Samudra Pasifik, Jepang kehilangan wilayah-wilayah yang awalnya dimilikinya, dan AS mulai melakukan pengeboman strategis terhadap Tokyo, Osaka dan kota-kota besar lainnya serta pengeboman atom terhadap Hiroshima dan Nagasaki. Jepang akhirnya menyerah kepada pihak Sekutu pada 15 Agustus 1945.
Pendudukan Amerika secara resmi berakhir pada tahun
1952, meski pasukan AS tetap mempertahankan pangkalan-pangkalan penting di Jepang, khususnya di Okinawa. Jepang menggunakan konstitusi baru sejak tahun 1947, yang menetapkan negara tersebut sebagai negara demokratis pasifis. Setelah pendudukan tersebut, produk domestik bruto Jepang tumbuh menjadi salah satu ekonomi terbesar di dunia di bawah program pengembangan industri yang agresif, proteksionisme, dan penundaan pertahanan strategis kepada AS. Meskipun pasar saham sempat jatuh dengan tajam pada tahun 1990 dan negara tersebut hingga kini masih belum pulih sepenuhnya dari hal itu, Jepang tetap merupakan sebuah kekuatan ekonomi dunia dan akhir-akhir ini telah mulai bangkit sebagai kekuatan strategis dengan mengirimkan pasukan non-pertempuran ke Perang Teluk, upaya kemanusiaan PBB untuk membangun kembali Kamboja, dan invasi AS terhadap Irak pada tahun 2003.

Zaman Pertengahan

Zaman pertengahan Jepang dicirikan bangkitnya kelompok penguasa yang terdiri dari para ksatria yang disebut samurai. Pada tahun 1185, jendral Minamoto Yoritomo adalah orang pertama yang menjadi penguasa pada saat yang bersamaan dengan Kaisar; dia berkuasa di Kamakura, di sebelah selatan Yokohama masa kini. Setelah Yoritomo wafat, klan ksatria lainnya Hojo, mengambil kekuasaan sebagai semacam adipati bagi para shogun. Keshogunan tersebut berhasil menahan serangan Mongol dari wilayah Tiongkok kekuasaan Mongol pada tahun 1274 dan 1281. Meskipun Keshogunan Kamakura ini terbilang stabil, tak lama kemudian Jepang pecah kepada faksi-faksi yang saling berperang dalam masa yang kemudian dikenal sebagai Zaman Negara-Negara Berperang atau periode Sengoku.

Sekelompok orang-orang Portugis dari periode Nanban, abad ke-17.
Pada
abad ke-16, para pedagang dan misionaris dari Eropa tiba di Jepang untuk pertama kalinya, mengawali periode "Nanban" ("orang-orang barbar dari Selatan") yang diisi pertukaran perniagaan dan kebudayaan yang aktif antara Jepang dan dunia Barat. Sekitar masa yang sama, Oda Nobunaga, Toyotomi Hideyoshi, dan Tokugawa Ieyasu, makin memperkuat kontrolnya terhadap negara-negara berperang tersebut. Penanganan Nobunaga terhadap negara yang semena-mena dan otoriter membuatnya menjadi penguasa yang tidak disukai, meski kejeniusan militernya tidak dapat disangkal. Penjajahan terhadap Korea yang dilaksanakan Hideyoshi pada tahun 1592 juga membuat namanya tercemar dalam sejarah Jepang, khususnya setelah Jepang berhasil diusir pasukan Dinasti Ming dari Tiongkok dan angkatan laut Korea.
Tokugawa akhirnya mempersatukan negara setelah mengalahkan para musuhnya pada
Pertempuran Sekigahara pada tahun 1600, dan memindahkan ibu kota ke Edo (kini Tokyo) dan memulai Keshogunan Tokugawa.
Keshogunan Tokugawa, yang curiga terhadap pengaruh misionaris Katolik, melarang segala hubungan dengan orang-orang Eropa kecuali hubungan terbatas dengan pedagang Belanda di pulau Dejima. Mereka juga menjadi lebih berhati-hati terhadap pedagang dengan Tiongkok, khususnya setelah suku Manchu menguasai Tiongkok dan mendirikan Dinasti Qing. Suku Manchu menguasai Korea pada tahun 1637, dan pihak Jepang takut akan kemungkinan invasi dari suku Manchu. Jepang karena itu menjadi bahkan lebih terisolasi lagi dibandingkan sebelumnya. Periode pengurungan diri ini berakhir dua setengah abad kemudian, pada masa persatuan politis yang dikenal sebagai periode Edo, yang dianggap sebagai masa puncak kebudayaan pertengahan Jepang.

Zaman Klasik


Menurut mitologi tradisional Jepang, Jepang didirikan oleh Kaisar Jinmu pada abad ke-7 SM, yang memulai mata rantai kaisar-kaisar yang masih belum putus hingga kini. Meskipun begitu, sepanjang sejarahnya, untuk kebanyakan masa kekuatan sebenarnya berada di tangan anggota-anggota istana, para shogun, pihak militer, dan pada zaman modern, perdana menteri.
Bagian sejarah Jepang meninggalkan catatan dimulai pada abad ke-5 dan 6 Masehi, saat sistem tulisan Tionghoa, agama Buddha, dan kebudayaan Tionghoa lainnya diperkenalkan Baekje, sebuah kerajaan di Korea. Melalui Perintah Perubahan Taika pada tahun 645, Jepang memperkuat penggunaan kebudayaan-kebudayaan Tionghoa, dan menyusun ulang sistem pemerintahannya dengan mencontoh dari Tiongkok. Ini membuka jalan bagi kekuatan filsafat Konfusianisme Tionghoa yang dominan di Jepang hingga abad ke-19.
Periode Nara pada abad ke-8 menandai sebuah negeri Jepang yang kuat yang dipusatkan pada sebuah istana kekaisaran di kota Heijo-kyo (kini Nara). Istana kekaisaran tersebut kemudian pindah ke Nagaoka dan lalu Heian-kyo (kini Kyoto), memulai "masa keemasan" kebudayaan klasik Jepang yang dipanggil periode Heian.

Prasejarah Jepang

Sebuah kapal dari masa Jomon Pertengahan (3000-2000 SM).
Penelitian arkeologi menunjukkan bahwa Jepang telah dihuni manusia purba setidaknya 600.000 tahun yang lalu, pada masa Paleolitik Bawah. Setelah beberapa zaman es yang terjadi pada masa jutaan tahun yang lalu, Jepang beberapa kali terhubung dengan daratan Asia melalui jembatan darat (dengan Sakhalin di utara, dan kemungkinan Kyushu di selatan), sehingga memungkinkan perpindahan manusia, hewan, dan tanaman ke kepulauan Jepang dari wilayah yang kini merupakan Tiongkok dan Korea. Zaman Paleolitik Jepang menghasilkan peralatan bebatuan yang telah dipoles yang pertama di dunia, sekitar tahun 30.000 SM.
Dengan berakhirnya zaman es terakhir dan datangnya periode yang lebih hangat, kebudayaan Jomon muncul pada sekitar 11.000 SM, yang bercirikan gaya hidup pemburu-pengumpul (hunter-gatherer) semi-sedenter Mesolitik hingga Neolitik dan pembuatan kerajinan tembikar terawal di dunia. Diperkirakan bahwa penduduk Jomon merupakan nenek moyang suku Proto-Jepang dan suku Ainu masa kini.
Dimulainya periode Yayoi pada sekitar 300 SM menandai kehadiran teknologi-teknologi baru seperti pertanian beras, pengairan dan permbuatan besi dan perunggu, yang dibawa serta migran-migran dari Korea, Tiongkok dan bagian-bagian lain di Asia.
Periode tersebut dilanjutkan periode Kofun pada sekitar tahun 250, yang bercirikan didirikannya negeri-negeri militer yang kuat. Pada tahun 538, kedatangan agama Buddha menandai berawalnya Zaman Klasik.

Goyangan Bintang diukur loh...

Menggunakan teknik pengukuran "goyangan" sebuah bintang yang disebabkan gaya gravitasi planet, para astronom menyimpulkan adanya dua planet di sana. Informasi-informasi seperti massa, orbit dan kecepatan planet juga bisa diketahui. Goyangan bintang diamati dengan mengukur efek Doppler pada cahayanya. Gelombang cahaya itu akan memanjang atau memendek seiring dengan gerakannya di sekitar gaya gravitasi planet yang dilalui.

Penemuan planet di atas menyusul temuan lain yang diperoleh pemburu planet Swiss yang mendapatkan sebuah planet lebih kecil dari yang ditemukan sebelumnya. Temuan-temuan ini tentu saja bakal menambahkan kelas planet baru, walau pengakuan atas kelas itu harus disetujui dahulu.

Saat ini banyak sekali astronom yang mengamati langit untuk mencari planet asing di luar tata surya. Sudah sekitar 135 planet asing itu ditemukan. Dengan memakai metode baru, para astronom itu kini bisa mendeteksi objek-objek yang lebih kecil daripada Saturnus. Adapun yang mereka cari sekarang adalah planet-planet seukuran Bumi kita.

Kedua planet yang baru-baru ini ditemukan, berukuran sekitar 17 kali lebih besar dari Bumi, kurang lebih sebesar Neptunus. Karena mereka berada terlalu dekat dengan bintang induknya, maka waktu edarnya pun sangat singkat.

Di luar itu, para astronom belum bisa memastikan bentuk planet sebenarnya. Keduanya bisa saja berupa bola gas seperti Jupiter, atau seperti Neptunus yang memiliki inti bebatuan berlapis es, diselimuti atmosfer tebal hidrogen dan helium. Sedangkan mengingat kedekatannya dengan bintangnya, keduanya bisa juga berupa "rock planet" seperti Merkurius.

Planet Kecil Serupa Bumi Terlihat di Bintang Mu Arae

Para ilmuwan Eropa telah menemukan apa yang mereka sebut sebagai planet serupa Bumi paling kecil yang mengorbit sebuah bintang di luar tata surya kita.

Planet itu berukuran sekitar 14 kali ukuran Bumi --kurang lebih seukuran Uranus namun tidak cukup besar untuk digolongkan sebagai raksasa-- dan cukup dekat dengan bintangnya sehingga diyakini tidak memiliki es.

Dalam pernyatannya di Forum Terbuka EuroScience di Stockholm, Swedia, Dr Nuno Santos dari Universitas Lisbon mengatakan planet baru tersebut bisa disebut "planet serupa Bumi yang besar" karena terdiri dari batuan (bukan gas seperti Jupiter) dan memiliki atmosfer tipis, meski ia adalah yang terkecil dibanding temuan sebelumnya.

Dr Santos mengklaim penemuan itu memunculkan rekor baru sebagai planet terkecil yang berada di sekitar bintang seperti Matahari. Adapun planet yang belum diberi nama ini ditemukan menggunakan spectrograph Harps sangat sensitif pada teleskop 3,6 meter di Observatorium European Southern di La Silla.

Planet itu diketahui mengelilingi bintang Mu Arae yang pada malam hari terlihat di selatan gugusan Altar. Ia adalah planet kedua yang ditemukan di sekitar bintang tersebut dan melakukan satu revolusi penuh dalam 9,5 hari karena kedekatan dengan bintang induknya --bandingkan dengan Bumi yang butuh waktu 365 hari.

"Walau kita belum mengetahui kondisi planet itu, namun bisa dikatakan bahwa permukaannya pasti amat panas, yakni sekitar 700 derajat Celcius, karena dekat dengan bintang," ujar Dr Santos.

KERINDUAN

Gelombang ombak memecah
Malam gelap gulita
Langit tanpa bulan dan bintang
Begitulah keadaan hatiku saat ini
Di sini...
Ku teringat dirimu
Di sini...
Ku rindu senyuman hangatmu
Sendiri tanpamu
Kini...
Tawa dan candamu
T'lah sirna ditelan waktu
Walau jarak memisahkan kita
Ku ingin hati tetap menyatu
Kenangan indah saat kita bersama
Kan s'lalu abadi di hatiku

By : Caca

Sistem Perplanetan Baru

Mu Arae sendiri adalah bintang yang berjarak relatif dekat yaitu "hanya" 50 tahun cahaya dari Bumi (satu tahun cahaya setara dengan 10 trilyun kilometer, yakni jarak yang ditempuh cahaya selama setahun). Bintang tersebut sebelumnya diketahui memiliki planet seukuran Jupiter dengan periode orbit 650 hari. Observasi menunjukkan bahwa planet besar itu memiliki "teman" yang lebih kecil di sekitarnya.

Dikatakan Francois Bouchyof dari Laboratorium Astrofisika Marseille, pengukuran Harps bukan hanya membenarkan apa yang sebelumnya diduga para ilmuwan mengenai bintang itu, namun ia juga menunjukkan planet baru dengan orbit pendek memang benar ada.


Hal ini tentu saja menjadikan Mu Arae sebagai sistem planet baru yang menarik. "Ia lebih mirip dengan tata surya kita dibanding apa yang kita temukan sebelumnya," kata Alan Boss, pakar formasi planet dari Carnegie Institution, Washington. "Oleh karenanya ini merupakan penemuan yang amat menarik."

Perlu diketahui, sebagian besar dari 120 planet yang ditemukan di luar tata surya merupakan gumpalan gas yang ukurannya sebesar Jupiter atau lebih. Planet-planet lain yang sebesar Saturnus juga ditemukan, namun tidak satu pun berukuran sekecil yang ditemukan di Mu Arae kali ini.

Sementara tiga planet yang kurang lebih seukuran Bumi dan ditemukan tahun 2002, diketahui mengorbit bintang padat mati yang dikenal sebagai bintang neutron. Planet-planet aneh itu mengelilingi bintang induknya yang gelap --yang tidak akan bisa mendukung kehidupan-- dengan cepat. Oleh karenanya para ilmuwan tidak memandang ketiganya sepenting planet-planet yang mengelilingi bintang normal.